Jakarta, CNBC Indonesia – PT Pertamina Internasional Shipping (PIS) Yoki Firnandi mengungkapkan persiapan distribusi bahan bakar minyak (BBM) selama momentum Ramadan dan Idul Fitri 2024. PIS mengaku sudah mempersiapkan ketersediaan kapal sejak jauh-jauh hari dengan kapasitas yang sesuai.

Hal ini menjadi bagian dari tugas PIS dalam menyediakan kebutuhan energi nasional. “Pengalaman tahun lalu kami belajar. Di 2024 ada sejumlah hal yang jadi fokus kami. Pertama kapal yang tepat dan sesuai dengan kebutuhan. Kami memastikan ketersediaan kapal,” ungkap Yoki Firnandi dalam Squawkbox CNBC Indonesia, Jumat (5/4/2024).

Persiapan kedua selain menyiapkan kapal yang sesuai spesifikasi PIS juga menjaga keandalan kapal agar tidak terjadi gangguan dalam distribusi BBM.

Yoki menegaskan bahwa persiapan tersebut dilakukan untuk memperkuat distribusi BBM ke 100 lokasi. Sehingga ketersediaan energi selama masa Ramadan dan Idulfitri tetap terjaga dan tidak terjadi kelangkaan,” jelasnya.

PIS sendiri telah menyiapkan satuan tugas dan menyiagakan sebanyak 318 armada kapal + 8 kapal cadangan untuk memastikan kelancaran ketersediaan BBM dan LPG selama Ramadan hingga pasca-Idul Fitri 1445 Hijriah.

Dari 318 kapal tersebut, sebanyak 283 armada dikerahkan untuk memastikan kelancaran distribusi energi domestik dan 35 armada tanker untuk mengangkut pasokan dari luar negeri.

Untuk armada tanker domestik, tercatat 179 tanker disiapkan untuk mengangkut produk BBM, 39 tanker LPG, 26 tanker crude atau minyak mentah, dan sisanya untuk kebutuhan pengangkutan avtur, naphta, asphalt, petrokimia, serta produk lainnya.

PIS juga memastikan melakukan pemantauan penyaluran BBM dan LPG secara berkala. Mulai dari pemantauan di seluruh depot dari sisi kondisi stok, DOT, coverage days serta posisi dan kondisi kapal, dan berkoordinasi dengan seluruh pihak terkait untuk mitigasi dan antisipasi jika terjadi lonjakan permintaan di suatu terminal.

Dari sisi kesiapan kapal, pemantauan dilakukan secara digital dengan aplikasi dan teknologi yang PIS miliki untuk mendeteksi perkembangan situasi, mengantisipasi jika terjadi kondisi darurat dan risiko lainnya.

Pemantauan secara berkala distribusi BBM dan LPG juga dilakukan oleh perusahaan dengan mengoptimalkan teknologi, di antaranya aplikasi EDTP 3.0, VCOMS, IPMAN, dan juga pemantauan cuaca dari BMKG.

Pemanfaatan digitalisasi monitoring sistem juga disiapkan untuk mendeteksi situasi emergency, fraud detection, dan prakiraan cuaca. Teknologi untuk memonitoring pergerakan kapal dan stok ini juga terintegrasi dengan Integrated Enterprise Data & Command Center (IEDCC) yang merupakan pusat informasi penyaluran energi mulai dari Upstream, Kilang, Perkapalan, Terminal BBM hingga ke SPBU yang dimiliki oleh PT Pertamina (Persero).

Tidak hanya kesiapan kapal, PIS yang kini mengelola 6 terminal strategis juga memastikan kelancaran pasokan di pelabuhan, bunker, dan depot. Untuk bunker, PIS menjaga ketepatan waktu dengan meminimalisir masa tunggu akibat bunkering dan sekaligus memastikan kualitas bunker kapal.

Kelancaran operasional di pelabuhan juga dipastikan dengan berkoordinasi secara intens ke instansi pemerintahan baik terkait imigrasi, cukai, karantina, dan otoritas pelabuhan.

[Gambas:Video CNBC]


Artikel Selanjutnya


Mantap! PIS Salurkan Dana Rp 2,7 M untuk RS Apung di Sorong


(dpu/dpu)




Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *